Learn The New Things From The Boxs

Menurut Ajaran Wrhaspatitattwa

        Dalam ajaran agama Hindu tujuan akhir manusia hidup didunia ini adalah untuk mencapai moksa, kedamaian abadi yaitu menyatunya Atman dengan Sang Parama Atman. Atman merupakan percikan atau sinar dari sang Parama Atman (Sang Hyang Widhi). Bila Jiwatman (Atman yang menempati tubuh manusia) belum mencapai kesempurnaan maka sang Atman belum bisa kembali dan menyatu dengan Parama Atman, dan nantinya sang Atman ini akan menitis lagi kedunia dengan badan yang berbeda pula sesuai dengan karma yang diperbuat semasa hidup dikehidupan yang lalunya. Akan menitis menjadi manusia bila subha karma yang banyak diperbuat atau bunatang dan tumbuh-tumbuhan bila asubha karma yang banyak diperbuat seemasa hidupnya.

            Bersyukurlah engkau yang sekarang dapat menjelma menjadi manusia karena dari sekian makhluk yang diciptakan-Nya hanya manusialah yang di ciptakan dengan sempurna. Tumbuh-tumbuhan hanya memiliki bayu, binatang memiliki bayu dan sabda, sedangkan manusia memiliki bayu, sabda dan idep. Memiliki idep inilah kelebihan manusia dari makluk lainya. Manusia adalah makhluk yang memiliki kemampuan berpikir. Kemampuan inilah yang mengangkat martabatnya menjadi makhluk yang mulia sehingga dapat menguasai maklhluk-makhluk lainya.

            Tetapi dalam pikiran manusia ini juga terdapat kecenderungan-kecenderungan sifat, yaitu sifat-sifat yang baik dantentu juga sifat-sifat yang buruk. Dengan pikiran juga manusia mengendalikan, menimbang-nimbang, membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah dan sebagainya, kemampuan inilah yang disebut wiweka. Dengan wiweka manusia dapat mengendalikan pikiran, perkataan dan perbuatanya.

 

    Kecenderungan Sifat Manusia Menurut Ajaran Wrhaspatitattwa 

            Seperti ajaran bhagavadgita, maka Wrhaspatitattwa juga mengajarkan bahwa kecenderungan-kecenderungan sifat manisia itu timbul dari tri guna. Dalam ajaran ini tri guna adalah bagian dari citta yaitu alam pikiran. Berikut adalah bagian dari tri guna:

  1. Sattwika yaitu sifat yang baik, suci, menjunjung Dharma dan tanpa pamprih.
  2. Rajasika yaitu sifat yang bernafsu, sombong, amarah dan suka dipuji.
  3. Tamasika yaitu sifat yang bodoh, malas dan Adharma menguasai diri.

            Dalam kitab Wrhaspatitattwa sloka 20-24 disebutkan bahwa:

  • Bila sattwika dalam pikiran itu, ia yang menyebabkan sang pribadi menyebabkan kemoksaan, karena ia suci, yang menyebabkan seseorang melaksanakan rasa agama dan nasehat-nasehat guru.
  • Bila sama besarnya sattwa dengan rajah menyebabkan orang ingin melaksanakan dharma. Dharmapun terlaksana dengan guna ini. Itulah orang pulang ke sorga, karena sattwa ingin berbuat baik dan rajah melaksanakanya.
  • Bila sama besarnya ketiganya yaitu sattwa rajah tamah, menyebabkan menjelma menjadi manusia, karena sama-sama memberikan bagian akan keinginanya.
  • Bila citta rajah yang lebih besar, akan marah-marah saja, besar kemampuanya melakukan perbuatan-perbuatan buruk, itulah yang menyebabkan pribadi jatuh ke neraka, dan segala macam sengsara dideritanya.
  • Bila tamah besaar dalam citta, itulah menyebabkan sang pribadi menjadi binatang ternak, binatang liar, burung, binatang melata dan ikan, yang keenam ialah tumbuh-tumbuhan.

            Demikian ulasan mengenai kecenderungan sifat manusia yaitu tri guna, yang timbul dari alam pikiran atau citta seseoraang. Cittalah yang menentukan seorang akan selamat atau celaka, duka atau bahagia. Lebih lanjut Wrhaspatitattwa  mengajarkan bahwa orang naik sorga jatuh ke neraka atau mencapai moksa adalah karena citta atau pikiran seseorang. Hal ini diterangkan demikian:

Pikiran yang menyebabkan sang pribadi menikmati sorga, pikiran yang menyebabkan sang pribadi jatuh ke neraka, pikiran yang menyebabkan menjadi binatang, pikiran yang menyebabkan menjelma menjadi manusia, pikiran yang menyebabkan orang mendapat kemoksaan daan kelepasan, sebabnya demikian.

 

            Sudah jelas bahwa yang menentukan seseorang akan mencapai moksa, masuk sorga atau jatuh ke neraka, menjelma menjadi manusia ataukah menjadi binatang dan tumbuh-tumbuhan adalah karena pikiran atau citta. Hendaknya manusia yang diciptakan diberi kesempurnaan mempunyai idep, pikiran atau citta selalu mengendalikan dirinya dari kecenderungan-kecenderungan yang buruk dan selalu memupuk sifat-sifat yang cenderung menuju sifat yang baik yang sejalan dengan dharma. Manusia hendaknya juga menggunakan wiwekanya yaitu kemampuan membedakan, menimbang dan memilih antara yang baik dan buruk, yang salah dan yang benar.

2.1    Pengendalian Diri Menurut Ajaran Wrhaspatitattwa

            Setelah uraian tersebut diatas, dalam kitab Wrhaspatitattwa juga diuraikan  mengenai panca yama dan panca niyama yang merupakan ajaran etika, berisi pengendalian-pengendalian diri dari nafsu atau keinginan-keinginan yang bersumber dari pikiran.

Panca Yama yaitu    :     – Ahimsa (tidak membunuh), – Brahmacari (tidak kawin), – Satya (jujur), – Awyawaharika (tidak berbuat dosa karena kepintaran), – Astainya    (tidak mencuri)

            Diuraikan dalam sloka 61 sebagai berikut:

  • Ahimsa namaya tidak membunuh, brahmacari namanya tidak maukawin, satya namanya tidak berkata bohong, awyawaharika namanya tidak berjual beli, tidak berbuat dosa karena kepintaran, astainya namanya tidak mencuri, tidak mengambil barang milik orang lain tanpa persetujuan daari kedua belah pihak.

Panca Niyama yaitu :     – Akrodha (tidak marah), – Gurususrusa (bakti kepada guru), – Sauca (membersihkan badan lewat japa), – Aharalagawa (tidak rakus makan), – Apramada (tidak lalai).

            Diuraikan dalam sloka 61 sebagai berikut:

  • Akrodha namanya tidak marah saja, gurususrusa namaya bakti berguru, sauca namanya selalu melakukan japa, membersihkan badan, aharalagawa ialah tidak banyak-banyak makan, apramadaa namanya tidak lalai.

sumber foto dari sini

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: