Tuhan maha besar, maha bijaksana dan maha tak terbatas, tak terbatas pula jalan dan cara menuju-Nya

Apakah Tuhan membeda-bedakan dan mengelompokan manusia?, Apakah Tuhan hanya menciptakan dan merestui satu agama saja?

bila ada seseorang diluar agama tersebut, dengan kebaikan hati, rasa kasih sayang dengan sesama, menolong, welas asih dan toleransi. apakah Tuhan akan tetap membencinya dan menjebloskannya ke Neraka hanya karena tidak memeluk agama yang direstuinya, atau tidak memeluk agama apapun. saya rasa Tuhan yang ini bukanlah Tuhan yang sesungguhnya. Tuhan yang sesungguhnya tidak demikian. saya percaya dan yakin yang membedakan manusia dihadapan Tuhan bukan agamanya melainkan perbuatanya.

to be continue. . .

merah putihHari ini 17 Agustus 2013 gega-gempita, sorak-sorai perayaan memeriahkan hari ulang tahun Republik Indonesia menggema dari seluruh penjuru Indonesia. Pagi ini hampir seluruh sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah dan swasta melaksanakan upacara bendera, mengibarkan Sang Merah Putih mengenang kemerdekaan Republik Indonesia 68 tahun silam, mengenang perjuangan para pahlawan.

Read the rest of this entry »

NYEPI YANG SUCI

sebuah refleksi terhadap hari raya Nyepi

Om Swastyastu

Kebanyakan orang memandang perayaan hari Nyepi sebagai suatu rutinitas tahunan belaka, bahwa Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang diperingati setiap satu tahun sekali. Tahun ini melaksanakan nyepi, tahun berikutnya juga akan melaksanakan nyepi, tidak ada suatu perubahan didalam diri terutama perubahan spiritualitas. Menurut saya nyepi bukanlah hari raya yang dirayakan, tetapi hari suci dimana kita semua umat Hindu melaksanakan serangkaian upacara-upacara hari nyepi terutama adalah melaksanakan Catur Brata Penyepian, tentu kita semua sudah begitu sangat paham terhadap konsep ini, tetapi sudahkah kita melaksanakan dan memaknainya dengan sebaik-bainya? Read the rest of this entry »

“ malam Siwaratri bukanlah malam Peleburan dosa tetapi malam memaknai dosa, dosa tidak dapat dilebur, karena hal itu bertentangan dengan Hukum Karma Palha” .

Kemarin, Panglon kaping 14 sasih kapitu adalah perayaan hari suci Siwaratri, seluruh umat Hindu pastilah merayakanya. Berbicara tentang siwaratri tak akan lepas dengan kisah sang Lubdaka yaitu seorang pemburu yang keseharianya melakukan himsa karma, berburu menyakiti dan membunuh binatang, yang akhirnya mendapat penyatuan dengan Sang Hyang Siwa lewat malam siwaratri. Tentu semua umat hindu di nusantara pada khususnya dan seluruh dunia pada umumnya telah mengetahui cerita tersebut. Oleh karena itu pada pembahasan kali ini kita tak perlu lagi membahas hal itu, yang lebih pokok dan penting adalah bagaimana kita sebagai umat Hindu memaknai hari suci Siwaratri tersebut yang konon dikatakan sebagai hari atau malam peleburan dosa, disebut malam peleburan dosa karena umat Hindu pada hari tersebut melakukan Jagra yaitu tidak tidur sehari semalam layaknya kisah Sang Lubdaka.

Read the rest of this entry »

Mengejar Kesuksesan

Banyak orang berpikir nanti mereka akan berhasil dan mencapai sukses, tapi mereka sendiri tidak menyadari kalau mereka telah menyia-nyiakan hari-hari dimana kesuksesan itu dimulai.

Kesuksesan menurut saya adalah sebuah pencapaian jangka panjang dari keberhasilan jangka pendek kita. Bisa dibilang kesuksesan adalah kumpulan keberhasilan dari kita menjalani hari-hari. Kesuksesan dimulai setiap hari, setiap hari kita menjalani aktivitas-aktivitas dibidang  kita, seperti sekolah, kuliah  dan bekerja. Sebagai contoh saat kita sekolah, kewajiban kita adalah masuk sekolah, belajar, mengerjakan tugas mengerjakan PR, memperhatikan penjelasan guru dan lain-lain. Tapi pertanyaanya adalah sudahkah kita setiap jam sekolah kita masuk? Iya tapi kadang bolos, sudahkah kita belajar setiap hari? Belum, kita belajar ketika ada ulangan, sudahkah kita mengerjakan tugas? Sudah, nyontek tugas teman, dan sudahkah PR kita kerjakan? Belum, besok nyontek teman. Bila jawaban itu cocok dengan anda, berarti anda belum berhasil menjalani hari-hari sebagai pelajar, dan tentu semakin jauh dari kesuksesan.

Read the rest of this entry »

Menurut Ajaran Wrhaspatitattwa

        Dalam ajaran agama Hindu tujuan akhir manusia hidup didunia ini adalah untuk mencapai moksa, kedamaian abadi yaitu menyatunya Atman dengan Sang Parama Atman. Atman merupakan percikan atau sinar dari sang Parama Atman (Sang Hyang Widhi). Bila Jiwatman (Atman yang menempati tubuh manusia) belum mencapai kesempurnaan maka sang Atman belum bisa kembali dan menyatu dengan Parama Atman, dan nantinya sang Atman ini akan menitis lagi kedunia dengan badan yang berbeda pula sesuai dengan karma yang diperbuat semasa hidup dikehidupan yang lalunya. Akan menitis menjadi manusia bila subha karma yang banyak diperbuat atau bunatang dan tumbuh-tumbuhan bila asubha karma yang banyak diperbuat seemasa hidupnya.

Read the rest of this entry »