Tuhan maha besar, maha bijaksana dan maha tak terbatas, tak terbatas pula jalan dan cara menuju-Nya

“ malam Siwaratri bukanlah malam Peleburan dosa tetapi malam memaknai dosa, dosa tidak dapat dilebur, karena hal itu bertentangan dengan Hukum Karma Palha” .

Kemarin, Panglon kaping 14 sasih kapitu adalah perayaan hari suci Siwaratri, seluruh umat Hindu pastilah merayakanya. Berbicara tentang siwaratri tak akan lepas dengan kisah sang Lubdaka yaitu seorang pemburu yang keseharianya melakukan himsa karma, berburu menyakiti dan membunuh binatang, yang akhirnya mendapat penyatuan dengan Sang Hyang Siwa lewat malam siwaratri. Tentu semua umat hindu di nusantara pada khususnya dan seluruh dunia pada umumnya telah mengetahui cerita tersebut. Oleh karena itu pada pembahasan kali ini kita tak perlu lagi membahas hal itu, yang lebih pokok dan penting adalah bagaimana kita sebagai umat Hindu memaknai hari suci Siwaratri tersebut yang konon dikatakan sebagai hari atau malam peleburan dosa, disebut malam peleburan dosa karena umat Hindu pada hari tersebut melakukan Jagra yaitu tidak tidur sehari semalam layaknya kisah Sang Lubdaka.

Satu pertanyaan yang timbul adalah, apakah dosa itu dapat dilebur begitu saja dalam satu malam? Tentu tidak semudah itu. Dalam Dharma Tula di malam Siwaratri Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar (IHDN), Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si atau akrab dipanggil Prof. Duija, Beliau mengatakan “ malam Siwaratri bukanlah malam Peleburan dosa tetapi malam memaknai dosa, dosa tidak dapat dilebur, karena hal itu bertentangan dengan Hukum Karma Palha . dimalam Siwaratri atau saring disebut Siwaratrikalpa kita hendaknya memaknai dosa, mereview kembali mengingat-ingat kembali apa sajakah dosa-dosa yang telah kita lakukan. Begitu banyak dosa yang kita lakukan sampai-sampai kita tak mampu lagi untuk mengingat apalagi menyebutkan dosa-dosa kita. setelah kita mencoba mengingat kembali dosa-dosa yang begitu banyak, yang patut kita lakukan adalah mengimbangi dan melebihinya dengan perbuatan-perbuatan yang baik atau Subha karma, sacara perlahan tetapi pasti kita kikis dosa-dosa kita dengan perbuatan-perbuatan baik, seperti air keruh didalam gelas plastik, kita siram terus dengan air jernih lama-kelamaan air keruh itu akan terlihat jernih, bukan berarti air keruh itu menghilang tetapi tertutupi dengan air jernih tersebut. Kalau memang dosa tidak dapat dilebur lalu apa istimewanya malam Siwaratri?

Keistimewaan Malam Siwaratri

Dalam kekawin Siwaratrikalpa pada pupuh XXXIV, Bait 3-4 disebutkan bahwa:

Dengarlahlah sabdaku yang menyebabkan Si Pemburu bisa mencapai  surga  pada zaman Kreta dahulu (ketika Aku/ Siwa) mengajarkan brata Siwaratri yang termashur,  belum ada yang melaksanakan saat itu sejak Aku ciptakan, karena lamanya sampai lupa Aku kalau mengajarkan brata penting ini tidak ada melaksanakan”.

“Sesungguhnya keutamaan brata yang hendak Aku ajarkan tentu memberikan hasil yang utama, juga mensucikan segala dosa kemudian menemukan kebahagiaan dan kenikmatan tiada tara, tidak akan menemukan kesengsaraan akibat orang melaksanakan brata itu, segala dosa itu hancur oleh hasil brata yang Aku ceritakan dan sungguh tidak akan menyimpang”.

Jelaslah bahwa dimalam Siwaratri ini terbukalah jalan spiritual menuju kepada-Nya, dan hari ini tentu berbeda dengan hari-hari lainya. Pada hakekatnya semua hari adalah sama, kitapun dapat setiap hari melakukan brata tanpa menunggu Siwaratri. Layaknya dosa, ada dosa kecil, dosa sedang, dan dosa besar, bisa dibilang dimalam Siwaratri bobot brata yang kita lakukan akan lebih tinggi dibanding hari-hari biasa. Misalkan brata dihari-hari biasa adalah sepuluh, Brata Siwaratri bisa mencapai seratus. kalau setiap hari kita selalu berbuat kearah yang baik walaupun tidak seratus persen, ditambah kita melakukan Brata Siwaratri setiap tahunya, tentu kita akan semakin dekat dengan-Nya. Dalam kitab Siva Purana disebutkan keistimewaan Siwaratri sebagai berikut:

“Di antara berbagai brata, mengunjungi tempat suci, memberi dana punia yang mahal, melakukan berbagai jenis upacara yajna, berbagai jenis tapa dan melakukan berbagai jenis japa, semuanya itu tidak ada yang melebihi keutamaan brata Sivaratri. Demikianlah keutamaan brata Sivaratri, hendaknya brata ini selalu dilaksanakan oleh mereka yang menginginkan keselamatan dan keberuntungan. Brata Sivaratri adalah  brata yang sangat mulia, agung, yang dapat memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin”.

Brata Siwaratri

Dalam makalah yang disampaikan Prof. Duija malam itu Brata Siwaratri  dibagi menjadi tiga tingkatan sesuai dengan keputusan PHDI pusat yaitu,

  1. 1.       Tingkat Uttama, yaitu dengan melaksanakan:
    1. a.      Monabrata (berdiam dan tidak berbicara)
    2. b.      Upavasa (tidak makan dan tidak minum)
    3. c.       Jagra, atangi, tan aturu (berjaga/ melek semalam suntuk)
  2. Tingkat Madhyama (menengah), yaitu dengan melaksanakan:
    1. a.      Upavasa (tidak makan dan tidak minum)
    2. b.      Jagra, atangi, tan aturu (berjaga/ melek semalam suntuk)
  3. Tingkat Kanistama (sederhana) yaitu dengan melaksanakan Jagra melek (berjaga/semalam suntuk)

Brata Siwaratri merupakan brata yang paling utama, agung dan sangat mulia kita sebagai umat Hindu hendaknya selalu melaksanakan brata ini dengan baik dan benar sarta berlandaskan ketulusan hati tanpa pamrih ingin melebur dosa semata. Malam Siwaratri merupakan malam dimana terbukanya pintu gerbang jalan menuju Siwa Loka atau alam Siwa, janganlah kita menyia-nyiakan moment ini. Memang di zaman Kali Yuga ini sulit bagi kita untuk melaksanakan brata yang memang benar-benar brata, pikiran kita masih silau dengan kegemerlapan lampu kehidupan keduniawian. Tetapi hidup ini tidaklah abadi, ingatlah siapa sejatinya diri kita ini, kita adalah Atman percikan dari Sang Hyang Widhi (Parama atman) dan kepada-Nyalah tujuan kita. Dengan momentum Siwaratri ini semoga kita  terbangun dari mimipi buruk dihari-hari silam, kita tersadar tentang hakekat hidup dan esok kita akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: